FEB Unpad menetapkan kebijakan tertulis yang mengatur otonomi keilmuan, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan kemitraan di kalangan civitas akademika. Kebijakan tersebut dilaksanakan secara konsisten. Pada tingkat Prodi, implikasinya dijelaskan sebagai berikut:
Otonomi Keilmuan

Prodi S1 Manajemen memberikan keleluasaan kepada civitas akademikanya (dosen dan mahasiswa) untuk mengembangkan keilmuan sesuai dengan perkembangan ilmu manajemen saat ini. Otonomi keilmuan juga diberikan seluas-luasnya sesuai dengan peminatan atau konsentrasi yang ada diantaranya konsentrasi manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen SDM, manajemen operasi, manajemen bisnis dan kewirausahaan, dan manajemen syariah.

Hasil penerapan kebijakan otonomi keilmuan adalah adanya peningkatan partisipasi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan penerapan keilmuan dalam kegiatan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan penelitian yang dilaksanakan oleh LMFE Unpad.

Kebebasan Akademik

Civitas akademika juga diberi kebebasan dalam hal kebebasan akademik dalam bentuk partisipasi di seminar ilmiah, symposium, konferensi baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Selain itu, civitas akademika juga sangat dianjurkan untuk melakukan publikasi karya ilmiahnya pada jurnal-jurnal manajemen dan ekonomi baik yang terakreditasi nasional maupun internasional.

Beberapa kebijakan Prodi dalam kebebasan akademik adalah sebagai berikut, yaitu:

Setiap dosen dan mahasiswa:

  • diberikan kebebasan dalam menentukan minat pengembangan tridharma selama berkontribusi pencapaian visi misi Prodi.
  • diberikan kebebasan dalam memberikan pendapat tentang sesuatu yang berhubungan dengan akademik secara bertanggung jawab.
  • diperlakukan sebagai mitra sejajar dalam mendiskusikan hal-hal akademik.
  • diberikan kebebasan mengekspresikan pendapatnya dalam mailing list (mailing list dosen dan mailing list mahasiswa) seputar hal-hal yang berhubungan dengan akademik.
  • memiliki hak bertanya, hak untuk mengkritisi atau hak untuk memberikan masukan kepada Prodi atas isu-isu akademik.
  • diberikan kebebasan untuk mengikuti aktivitas yang terkait dengan pengembangan akademik baik di kampus maupun di luar kampus seperti mengikuti pertandingan tingkat nasional dan internasional.
  • diberi kebebasan untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam perkuliahan.

Setiap mahasiswa:

  • diberi hak untuk mendapatkan informasi komponen nilai akhir mata kuliah yang diambilnya.
  • memiliki hak untuk menemui dosen wali, dosen pembina mata kuliah yang diambilnya dan dosen pembimbing tugas akhir berdasarkan kesepakatan antara mahasiswa dan dosen.

Seluruh civitas akademika Prodi S1 Manajemen dihimbau dan diharuskan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan akademik ilmiah baik dalam bentuk simposium, seminar, diskusi dan kegiatan lainnya baik yang diselenggarakan oleh Prodi S1 Manajemen, maupun oleh Prodi lain misalnya S2 Sains Manajemen, S2 Magister Manajemen, S2 Magister Ekonomi Terapan, S2 MAKSI, S3 Doktor Manajemen Bisnis, S3 Doktor Sains Ekonomi, S3 Doktor Ekonomi Terapan dan lain-lain.

 

Kebebasan Mimbar Akademik

Setiap konsentrasi memiliki otonomi penuh dalam pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh dosen di konsentrasi tersebut. Terlihat suasana akademik semakin meningkat yaitu dosen-dosen menjadi motor di beberapa organisasi profesi misalnya di Indonesia Marketing Association, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dan Forum Manajemen Indonesia.

Setiap dosen wajib menyerahkan laporan kinerja dosen semesteran dalam penerapan Tridharma Perguruan Tinggi.

Hasil penerapan kebijakan kebebasan mimbar akademik tersebut berdampak terhadap kebebasan berekspresi dosen dalam mengungkapkan pendapatnya baik di media cetak misalnya tulisan-tulisan di koran nasional, maupun media elektronik misalnya sebagai pembicara di program TV dan radio.


Download Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Universitas Padjadjaran